Bukti adanya demokrasi dalam suatu Negara adalah adanya Pemilihan Umum (Pemilu). Namun, bagaimana jika pemilu digunakan sebagai jalan untuk menguasai Negara, baik akan diprivatisasikan maupun dijual kepada pemodal. Dalam perjalanan 64 tahun
Negara dunia ketiga merupakan Negara yang srategis untuk diombang-ambingkan bak buih dilautan. Jika dalam agama disebut mualaf yakni orang yang baru mengetahui tentang Islam, sehingga dapat dimungkinkan ia terjerumus dalam jurang kesesatan. Perekonomian yang sedang berkembang harus menghadapi globalisasi yang tidak dapat dihentikan. Ditambah dengan sitsem perpolitikan yang tidak dapat lepas dari cengkeraman pemodal.
Dalam permasalahan diatas, bukannya orang-orang
Kondisi tersebut nampaknya telah menjadikan keuntungan tersendiri bagi seorang pemimpin, bak ketiban durian. Sehingga ia sendiko dawuh saja, karena telah dicekoki sejumlah materi atau kedudukan strategis. Istilah yang mengatakan bahwa suara rakyat adalah suara Tuhan nampaknya telah luntur, bahkan hilang dari peredaran masyarakat yang menjunjung tinggi demokrasi.
Pada dasarnya kemampuan manusia tidak berbeda, begitu pula
Sekali lagi masyarakat
Sembilan bulan merupakan waktu yang berarti bagi manusia, karena dalam waktu itu manusia mengalami proses menjadi insan yang sempurna. Berbeda dengan yang dialami partai-partai dalam berkampanye, sampai-sampai kehabisan dana. Dalam ajaran agama disebutkan bahwa pemimpin yang baik adalah tidak menawarkan diri untuk menjadi pemimpin tetapi tidak menolak jika ditunjuk untuk menjadi pemimpin. Waktu sembilan bulan merupakan waktu yang tidak sedikit untuk mensosialisasikan partai. Jika dilihat dari peranannya dalam masyarakat, partai-partai yang berkampanye dengan waktu yang sedemikian itu sampai-sampai kehabisan dana, selama ini mereka mewakili, menyerukan atau mengadakan pembelaan apa? Mereka tidak mempunyai ideologi yang kuat atau hanya untuk mengejar materi, dan yang paling disayangkan jika hanya dijadikan kendaraan bagi para pemodal. Dari fenomena tresebut nampaknya masyarakat sulit menerima apa yang disosialisasikan, walaupun sampai berulang kali mereka gemborkan visi dan misi.
Kekurangan dana tidak menjadi kendala yang begitu penting bagi partai yang jelas-jelas menjunjung ideologi, serta pempunyai pendirian kuat untuk membangun
Permasalah yang terjadi dalam masyarakat sekarang adalah sistem demokrasi yang tidak memihak. Sejatinya, partai-partai dibentuk dengan menjunjung tinggi aspirasi masyarakat yang rindu akan perubahan. Jika kita kontekskan dengan tahun-tahun belakangan ini tidak akan menemui titik temu. Karena selama ini partai hanyalah seperti barang yang dapat diperjualbelikan demi kepentingan-kepentingan tertentu, yang tidak membuka ruang untuk masyarakat.